ontohod song

ontohod song

lagu ontohod

Ahmadinejad: Isu Nuklir Iran Ditutup

NEW YORK — Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Selasa (25/9), kembali membela program nuklir negaranya dan menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM). Berpidato selama 15 menit di Sidang Umum PBB, Ahmadinejad mengatakan perdebatan mengenai program nuklir Iran telah ditutup karena program tersebut kini berada di tangan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

”Saya secara resmi menyatakan bahwa perdebatan mengenai program nuklir kami sebagai isu politik telah ditutup, dan kini semuanya kembali ke lembaga IAEA,” kata Ahmadinejad.

Selama Ahmadinejad berpidato, kursi delegasi AS tampak kosong dan hanya diisi pejabat level rendah. Ahmadinejad sendiri tetap berada di tempatnya saat Presiden George W Bush berpidato. Sejumlah staf PBB mengatakan ia melepas earphone yang dikenakan sebelum Bush berpidato.

Kehadiran Ahmadinejad dan program nuklir Iran menjadi sorotan tersendiri dalam SU PBB. Sambutan tak ramah yang diterima Ahmadinejad saat memberikan kuliah umum di Columbia University sehari sebelumnya turut memanaskan suasana. Presiden Columbia University, Lee Bollinger, saat itu memperkenalkan Ahmadinejad sebagai diktator yang kejam dan picik.

Protes keras atas sikap Bollinger ini terbawa hingga SU PBB. Presiden Venezuela, Hugo Chavez, pada detik-detik terakhir membatalkan pidatonya dan mewakilkannya ke Menteri Luar Negeri, Nicolas Maduro. Chavez, yang dijadwalkan berpidato selama 15 menit, Rabu (26/9), mengatakan langkah itu dilakukan sebagai dukungannya kepada Ahmadinejad yang telah dipermalukan di Columbia University.

Solidaritas terhadap Iran juga diperlihatkan oleh Presiden Nikaragua, Daniel Ortega. Ortega, yang memberikan dukungan terhadap program nuklir Iran dan Korut, mengatakan AS telah melakukan kediktatoran di atas dunia.

Sementara Bush, yang menyerang Iran bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, meminta kalangan internasional meningkatkan upaya demokratisasi di negara-negara yang disebutnya memiliki rezim yang brutal. Ia antara lain menyebut Iran, Korut, Suriah, dan Belarusia. Bush juga menyerang Kuba dengan mengatakan rezim Fidel Castro kini mulai mendekati akhir. Delegasi Kuba mereaksi pidato Bush dengan meninggalkan ruang sidang.

(afp/ap/lan )

sumber : www.republika.co.id

Sambutan tak Ramah Bagi Ahmadinejad

Ahmadinejad banyak mendapat pertanyaan mengenai nuklir Iran dan Holocaust.

NEW YORK -Kehadiran Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, untuk menyampaikan pidato di salah satu universitas terkemuka AS, Columbia University, di New York, Senin (25/9), mengundang beragam reaksi sekaligus menjadi magnet tersendiri bagi warga AS. Ribuan mahasiswa dan massa menggelar unjuk rasa di kampus sambil mendengarkan pidato Ahmadinejad.

Ahmadinejad sendiri, sosok yang kontroverisal bagi warga AS karena ingin menghapuskan Israel, menolak Holocaust, dituding berada di balik aksi perlawanan Irak, serta program nuklirnya, mendapat sambutan tak mengenakkan dari Rektor Lee Bollinger saat diperkenalkan sebelum menyampaikan pidatonya. Bollinger, dalam sambutannya, menggambarkan Ahmadinejad sebagai diktator yang kejam dan picik.

”Bapak presiden, Anda menunjukkan semua tanda-tanda dari seorang diktator yang kejam dan picik. Mengapa Anda sedemikian takut kepada pendapat rakyat Iran mengenai perubahan,” kata Bollinger, mengacu pada sikap keras pemerintah Iran kepada pelaku homoseksual dan sejumlah cendekiawan Iran. ”Terus terang, dengan segala kejujuran, saya meragukan Anda akan mempunyai keberanian intelektual untuk menjawab semua pertanyaan ini,” lanjutnya menantang Ahmadinejad menjelaskan pernyataannya yang mengecilkan Holocaust.

Mereaksi pernyataan Bollinger, Ahmadinejad yang mengenakan t-shirt putih dan jas warna abu-abu, mengatakan sambutan Bollinger tersebut merupakan pelecehan informasi dan intelektual terhadap hadirin, termasuk dirinya.

”Ada pelecehan dan klaim yang tidak benar,” kata Ahmadinejad sambil menambahkan Bollinger telah terjebak dalam pengaruh bermusuhan yang dilancarkan media massa dan politikus AS. ”Di Iran, tradisi mewajibkan jika kami mengundang seseorang, maka kami harus hormat kepadanya. Tetapi, tidak masalah karena saya tidak akan terpengaruh dengan sambutan yang tidak ramah itu,” lanjutnya.

Jauh sebelumnya, rencana pidato Ahmadinejad telah disambut oleh protes dan kontroversi. Minggu lalu, tiket untuk menghadiri kuliah umum selama dua jam tersebut ludes hanya dalam 90 menit. Harian cetak New York Times menyebut hal ini bisa dibandingkan dengan konser yang digelar penyanyi Bruce Springsteen.

Columbia sendiri menuai kritik pedas karena mengundang Ahmadinejad. Bersamaan dengan kehadiran Ahmadinejad, aksi protes terjadi di luar kampus dan teriakan ‘Hentikan Ahmadinejad, Hitler dari Iran’ sesekali terdengar dari kerumunan.

Seperti sudah diduga sebelumnya, Ahmadinejad banyak mendapat pertanyaan mengenai program nuklir Iran, seputar Holocaust, dan sikap pemerintah atas keberadaan homoseksual. Ahmadinejad sempat mengundang aplaus yang hadir saat menyerang balik moderator, Dekan Hubungan Internasional, John H Coatsworths.

Saat itu Coatsworth mengajukan pertanyaan apakah Ahmadinejad dan pemerintah Iran berusaha menghancurkan Israel. Ahmadinejad menjawab dengan mengatakan Iran adalah sahabat semua orang, termasuk kaum Yahudi yang banyak tingal di Iran dan hidup berdampingan dengan damai.

”Mengapa Anda tidak menjawabnya secara langsung, ya atau tidak,” tegas Coatsworths. ”Anda menanyakan sesuatu dan kemudian ingin mendengar jawabannya seperti yang Anda inginkan. Saya tanyakan kepada Anda, tidakkah isu Palestina menjadi isu penting bagi masyarakat internasional, katakan pada saya, ya atau tidak?” kata Ahmadinejad yang langsung disambut tepuk tangan mahasiswa.

Ditanya mengenai penolakannya atas Holocaust, Ahmadinejad mengatakan ia tidak mengatakan hal itu tidak terjadi. Yang ia inginkan adalah dialog terbuka mengenai hal itu dan nasib yang ditimpakan kepada rakyat Pakestina.

”Saya tidak mengatakan hal itu tidak terjadi melainkan, terkait dengan apa yang telah terjadi,” kata Ahmadinejad. ”Tidak ada sesuatu yang absolut dan holokaus telah dijadikan Israel sebagai justifikasi untuk menindas rakyat Palestina. Mengapa rakyat Palestina yang harus membayar sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan mereka,” lanjutnya.

(ap/afp/lan )

sumber : www.republika.co.id

Ahmadinejad: Sengketa Nuklir ‘’Ditutup‘’

New York–RoL– Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, dalam pidato Selasa di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, mengumumkan sengketa mengenai program nuklir negerinya “ditutup”.

Ahmadinejad mengatakan masalah tersebut sekarang berada di tangan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang telah mengadakan pembicaraan dalam dua hari terakhir dengan Iran dengan tujuan merancang rencana guna memperoleh jaminan dan bukti bahwa keinginan nuklir Irak bersifat damai. “Saya secara resmi mengumumkan bahwa dalam pendapat kami masalah nuklir Iran sekarang ditutup dan telah kembali kepada masalah lembaga biasa,” kata Ahmadinejad. Ia mengulangi pernyataan bahwa negerinya telah berhasil memproduksi bahan bakar nuklir dalam skala industri “bagi tujuan damai”.

Negara Barat telah menuduh Iran berusaha memperoleh senjata nuklir, dan beberapa pemimpin menyuarakan kekhawatiran itu dalam pidato mereka sendiri di hadapan Sidang Majelis Umum, Selasa. “Jika kita mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir, kita akan menciptakan resiko yang tak dapat diterima bagi kestabilan di wilayah itu dan di dunia,” kata Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Selasa pagi.

Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan Iran menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya, dan pemimpin negara besar bertemu Jumat di Washington guna membahas pemberlakuan sanksi lebih keras atas Republik Islam tersebut.

Banyak diplomat dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan –Inggris, China, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat– ditambah Jerman mengadakan pembicaraan mengenai resolusi baru untuk menekan Iran.

Dalam suatu taklimat menyusul pidatonya, Ahmadinejad mengatakan keputusan Amerika Serikat atau Perancis “tidak penting”. Bagi Iran, “masalah politik” program nuklirnya sekarang ditutup dan mestinya tak pernah diserahkan kepada Dewan Keamanan.

Ahmadinejad mengatakan kepada Sidang Majelis Umum bahwa Dewan Keamanan disandera oleh sekelompok “negara congkak”. Ia tak pernah menyebut nama Amerika Serikat atau negara lain.

“Di antara semua badan yang tak efektif, sayangnya, Dewan Keamanan PBB menempati urutan pertama,” katanya. “Dalam menyalah-gunakan Dewan Keamanan, negara-negara congkak telah berulang-kali menuduh Iran dan bahkan mengeluarkan ancaman militer serta menjatuhkan sanksi tidak sah atasnya.”ANTARA,DPA/yto

sumber : www.republika.co.id

Ahmadinejad Lancarkan Serangan Terhadap AS di PBB

New York–RoL– Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memanfaatkan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum PBB, Selasa, untuk melancarkan serangan luas terhadap Amerika Serikat, dan menuduhnya melanggar hak asasi manusia.

Dalam pidato berjangkauan luas, Ahmadinejad menyerang pemerintah Presiden AS George W. Bush, yang sebelumnya telah memanfaatkan pidatonya di Sidang Majelis PBB untuk berbicara mengenai hak asasi manusia dan kebebasan, terutama di Irak.

“Sayangnya, hak asasi manusia kian dilanggar oleh negara tertentu, terutama oleh mereka yang berpura-pura menjadi penganjur eksklusifnya,” kata Ahmadinejad, tanpa menyebut nama Amerika Serikat. “Mendirikan penjara rahasia, menculik orang, mengadili dan menghukum orang secara rahasia tanpa mempedulikan proses yang semestinya, penyadapan luas percakapan telefon, mencegat surat pribadi … telah lazim dan umum terjadi,” katanya.

Kursi delegasi AS terlihat kosong selama pidato Ahmadinejad. Ia terus mengecam serbuan pimpinan AS atas Irak, yang ia katakan diduduki di bawa dalih penggulingan diktator dan keberadaan senjata pemusnah massal.

“Sayangnya, kita menyaksikan kebenaran pahit bahwa sebagian negara tak mengharga sebagian manusia atau bangsa dan satu-satunya yang menjadi masalah bagi mereka adalah diri mereka sendiri, partai politik mereka dan kelompok mereka,” kata Presiden Iran tersebut. “Dalam pandangan mereka, hak asas manusia sama saja dengan keuntungan bagi perusahaan mereka dan teman-teman mereka. Hak dan kedaulatan rakyat Amerika juga sedang dikorbankan demi keinginan rakus mereka yang memegang kekuasaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan lain, Ahmadinejad berusaha menjernihkan pernyataannya yang “menyerukan penghancuran Israel” dengan menyamakan hilangnya negara Yahudi itu dari dunia dengan bubarnya Uni Sovyet.

Ahmadinejad mengatakan rakyat Palestina mesti dapat memberi suara mengenai kemerdekaan mereka, dan ia menyatakan bahwa itu berarti Israel tak lagi menjadi satu negara. “Uni Sovyet: mana itu sekarang sebagai suatu kesatuan? Hilang,” kata Presiden Iran tersebut kepada wartawan saat menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan pada waktu lalu tentang Israel. “Apakah itu terjadi melalui perang? Tidak, itu terjadi melalui pilihan rakyat. Jadi, biarkan rakyat Palestina memutuskan buat diri mereka.” ANTARA,AFP/yto

sumber : www.republika.co.id

Ahmadinejad: Sanksi tidak akan Dapat Hentikan Program Nuklir Iran

Teheran-RoL– Sanksi-sanksi tidak akan berhasil menghentikan kemajuan nuklir Iran, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Sabtu sehari setelah negara-negara besar mengatakan mereka melakukan perundingan “serius dan konstruktif” tentang tindakan hukuman baru.

Ahmadinejad, yang berbicara pada parade militer tahunan untuk memperingati perang Irak-Iran tahun 1980-1988 juga menegaskan kembali imbauan kepada pasukan AS dan negara-negara lain agar meninggalkan Irak , kata kantor berita IRNA.

“Mereka yang berfikir, bahwa dengan menggunakan cara-cara usang seperti perang urat syaraf dan sanksi-sanksi ekonomi, mereka dapat menghentikan kemajuan negara Iran adalah satu kesalahan,” katanya.

Ketika ia berpidato, pasukan, tank-tank dan perangkat kera
s militer lainnya melewati podium di lokai dekat makam Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam itu.

Selama acara itu, Iran memamerkan rudal-rudal termasuk Shahab-3, yang katanya dapat menghantam sasaran sejauh 2.000 km menghantan pangkaan-pangkalan Israel dan AS di Teluk dalam jangkauan tembak.

Sementara itu Panglima Pengawal Revolusi Iran , Mohammad Al Jafari memperingatkan negara-negara Barat, Sabtu bahwa mereka akan menyesal melancarkan setiap serangan terhadap aktivitas-aktivitas nuklir Teheran.

“Pesan kami kepada musuh-musuh : Jangan lakukan itu,” kata Jafari yang berbicara dengan wartawan kurang dari seminggu setelah menlu Prancis secara terbuka mengutarakann kemungkinan perang.

“Mereka akan menyesal seperti yang mereka alami di Irak,” tambah Jafar yang berbicara di sela-sela parade militer tahunan itu.

Iran terlibat pertikaian dengan Barat menyangkut ambisi nuklirnya. AS , yang mengatakan Iran sedang berusaha membangun bom atom , mengatakan pihaknya menginginkan penyelesaian diplomatik krisis itu tetapi tidak mengesmpingkan aksi militer jika hal itu gagal.

Iran, yang mengatakan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai, mengancam akan membalas setiap kepentingan AS di Timur Tengah jika diserang.

Negara-negara besar bertemu di Washington, Jumat untuk membicarakan sanksi-sanksi baru Dewan Keamanan PBB yang bertujuan memaksa Iran menghentikan kegiatan penting atomnya.

Dewan Keamanan telah memberlakukan dua babak sanksi terbatas terhadap Iran sejak Desember lalu’ antara/reuters/abi

sumber : www.republika.co.id

Universitas New York Didesak Batalkan Pidato Ahmadinejad

New York,–RoL– Seorang politikus Kota New York mendesak Columbia University, Kamis, agar mencabut undangan pidato kepada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang akan mengunjungi New York pekan depan untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Ketua Dewan Kota New York Christine Quinn menulis surat kepada universitas tersebut guna mendesak pengelolanya agar membatalkan pidato yang direncanakan bagi Ahmadinejad, Senin, yang merupakan bagian dari forum pemimpin dunia. “Ahmadinejad adalah penolak Holocaust,” tulis wanita politikus itu.

Sementara itu calon presiden dari partai Republik Fred Thompson mengatakan seandainya saja ia adalah presiden AS, ia takkan mengizinkan Ahmadinejad memasuki Amerika Serikat, sementara rekannya calon dari partai Republik John McCain juga mengecam Columbia University sehubungan pidato yang direncanakan Senin tersebut.

Polisi New York, Rabu, menyatakan bahwa permintaan Ahmadinejad –yang telah menyerukan agar Israel dihapuskan dari peta– untuk mengunjungi lokasi serangan 11 September terhadap World Trade Center telah ditolak. Ahmadinejad, Kamis, mengatakan ia akan berusaha mengunjungi Ground Zero “jika kami mempunyai waktu dan kondisinya kondusif”.

Ketika ditanya dalam suatu wawancara dalam acara tayangan berita CBS “60 Minutes” apakah ia akan mendesak agar permintaannya dikabulkan dalam menghadapi penentangan AS, ia mengatakan kalau para pejabat setempat tak dapat melakukan pengaturan yang diperlukan, “saya takkan memaksa”. “Biasanya saya pergi ke tempat-tempat ini untuk memberi penghormatan. Dan juga berangkali untuk menyampaikan pandangan anda mengenai pangkal penyebab peristiwa semacam itu,” kata Ahmadinejad, menurut kutipan dari wawancara yang disiarkan sebelum acara hari Ahad. “Saya memikirkan itu ketika saya melakukannya, saya akan –sebagaimana saya katakan sebelumnya– akan menghormati bangsa Amerika,” katanya.

Quinn mengatakan semua universitas mesti menjadi forum bagi pertukaran sehat pandangan yang berbeda, tapi semua ada batasnya. “Suatu pertukaran pendapat tak boleh meliputi terorisme negara dan pidato bernada kebencian. Ia dapat mengatakan apa saja yang ia ingini di sudut jalan, tapi tak boleh diutarakan di panggung pusat di salah satu pusat pendidikan tinggi paling bergengsi di New York,” katanya.

Columbia University belum menanggapi semua permintaan komentar. Laman Internetnya menyatakan forum tersebut bertujuan menempa debat terbuka mengenai masalah utama ekonomi, politik dan sosial.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey mengatakan Washington “tidak mendikte” siapa yang mesti diizinkan berbicara di universitas. “Kami tak memiliki keinginan khusus untuk menyensor pendapat siapa pun. Saya sebenarnya berharap saya dapat mengatakan yang sama buat Iran,” kata Casey kepada wartawan.

Ketika ia datang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis PBB tahun lalu, Ahmadinejad berbicara pada acara tertutup yang dituan-rumahi oleh kelompok pemikir Dewan Urusan Luar Negeri, yang berpengaruh. Pertemuan itu diboikot oleh pemimpin beberapa kelompok Yahudi. Antara, Reuters/yto

sumber : www.republika.co.id

AS tidak Izinkan Ahmadinejad Kunjungi Lokasi Serangan 11 September

New York-RoL– Permintaan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad untuk mengunjungi World Trade Center (WTC)lokasi serangan-serangan 11 September ditolak, kata polisi New York, Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Ahmadinejad, yang secara rutin menuduh AS arogan dalam pidatonya, meminta untuk mengunjungi lokasi itu ketika berada di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum bulan ini.

“Lokasi itu tertutup untuk para pengunjung karena konstruksi di sana,” kata jurubicara polisi Paul Browne dalam sebuah pernyataan. “Permintaan-permintaan bagi presiden Iran untuk mengunjungi lokasi itu juga akan ditolak NYPD atas alasan keamanan.” Polisi mengatakan mereka tidak percaya kenapa Ahmadinejad ingin mengunjungi lokasi itu.

Dugaan Ahmadinejad untuk melakukan kunjungan itu mendapat kecaman dari Gedung Putih yang memiliki politik berbeda. Washington sejak lama menuduh Iran mensponsori terorisme.

“Tidak bisa disetujui bagi Presiden Ahmadinejad, yang menolak mengecam dan mengakhiri dukungan negaranya sendiri pada terorisme, untuk mngunjungi lokasi serangan teroris yang paling banyak menimbulkan korban jiwa di tanah Amerika dalam sejarah nasional kami,” kata Senator Hillary Clinton dari partai Demokrat dalam sebuah pernyataan. Mantan walikota New York dari partai Republik Rudy Giuliani juga menentang kunjungan seperti itu.

Ini adalah seorang yang membuat ancaman terhadap Amerika dan Israel, menampung putra Osama bin Laden dan para pemimpin Al Qaeda lainnya, dengan mengirim senjata ke milisi Irak dan sedang berusaha untuk membuat senjata nuklir,” katanya,

“Membantu Ahmadinejad mengunjungi Ground Zero — lokasi yang disucikan bagi semua warga Amerika– menyakitkan hati.”

Zalmay Khalilzad, dubes AS untuk PBB , setuju dengan keputuan polisi dan menuduh Iran mendukung kelompok-kelompok yang melakukan aksi kekerasan di Lebanon, Irak dan Afghanistan.

“Kita tidak mendukung bahwa tragedi yang terjadi di satu lokasi di mana begitu banyak orang yang tewas digunakan sebagai lokasi berfoto.” kata Khalilzad kepada wartawan.

Pada tahun 2002 Presiden George W.Bush mencap Iran sebagai bagian dari “poros kejahatan” yang juga termasuk Irak dan Korea Utara. Sejak itu Iran menolak tekanan Barat untuk menghentikan program nuklirnya. Para pejabat di missi Iran di PBB tidak segara bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka. antara/reuters/abi

sumber : www.republika.co.id